Langkah Kecil Dampak Besar, Penulis Lokal Hibahkan Novel ke Perpustakaan

by

Pekanbaru – Mendukung penguatan literasi daerah, Harni Dasrianti, penulis lokal yang juga guru SD Negeri 35 Pekanbaru menyerahkan novel perdananya berjudul “Puing-Puing Mimpi Mikha” ke Perpustakaan Tenas Effendy Kota Pekanbaru. Penyerahan karya cetak diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, M.Si., didampingi Sekretaris Dispusip, Nofrita Deli, S.Pd., M.Si., di sela-sela pelaksanaan Technical Meeting Lomba Bertutur pada Jum’at (22/5/2026).


“Kami mengajak seluruh penulis, khususnya penulis lokal, untuk tidak ragu menyerahkan karyanya ke perpustakaan daerah. Ini bukan soal menggugurkan kewajiban, tetapi tentang memastikan karya tersebut dapat diakses gratis dan dinikmati oleh lebih banyak orang,” ujarnya.

Melalui momentum ini, pemerintah berharap kesadaran para penulis dan penerbit semakin meningkat untuk mengarsipkan karya mereka di perpustakaan daerah. Sinergi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa buah pemikiran dan kreativitas masyarakat Pekanbaru hari ini tidak hilang begitu saja, melainkan terus terawat dan dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang.

“Ketika masyarakat membaca karya penulis lokal, ada kedekatan yang terjalin karena mereka merasa cerita itu milik mereka juga. Ini yang membuat literasi daerah benar-benar hidup,” terangnya.

Aksi ini dinilai sebagai langkah kecil yang membawa dampak besar, terutama dalam menambah koleksi khazanah literasi daerah serta menyediakan bahan bacaan gratis bagi masyarakat luas. Kehadiran karya lokal di perpustakaan dipercaya mampu membangun kedekatan emosional dengan pembaca karena mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan mereka. Novel “Puing-Puing Mimpi Mikha” sendiri mengisahkan perjuangan ketegaran seorang perempuan dalam menghadapi runtuhnya impian pasca-pernikahan, yang diharapkan dapat memotivasi pembaca saat menghadapi jalan buntu dalam kehidupan.

“Sebagai penulis tentu ada kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri ketika karya pribadi kita berada di perpustakaan untuk dibaca orang. Saya berharap cerita perjuangan di novel ini bisa menginspirasi, memunculkan semangat baru bagi pembaca, sekaligus menjadi pemantik bagi saya untuk melahirkan karya-karya berikutnya,” ungkap Penulis, Harni Dasrianti.