Pekanbaru – Menjelang pelaksanaan Festival Literasi sempena Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru menggelar Technical Meeting (TM) Lomba Bertutur Tingkat SD/MI dan SMP/MTs Negeri dan Swasta se Kota Pekanbaru pada Jumat (22/5/2026). Lewat pertemuan teknis ini, tim dewan juri memaparkan mekanisme penilaian, teknis penampilan, hingga pengundian nomor urut untuk menjaring para peserta unik yang siap menyuguhkan konsep bercerita yang kreatif, segar, dan out the box.

“Kita mencari penampil yang out the box dan berani tampil beda pada lomba bertutur tingkat SD dan SMP tahun ini. Saya berharap para peserta tidak ragu untuk mengeksplorasi kreativitas mereka, mempersiapkan penampilan terbaik, dan tampil dengan penuh rasa percaya diri di atas panggung,” ujar Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, M.Si.

Ajang yang menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Pekanbaru ke-242 dirancang sebagai wadah pembentukan karakter, kemampuan berkomunikasi, serta kepercayaan diri anak melalui penguasaan mimik, intonasi, dan ekspresi unik saat mendongeng. Melalui tantangan untuk menghidupkan kecintaan terhadap buku dan budaya daerah dengan cara baru ini, upaya nyata pemerintah Kota Pekanbaru diharapkan dapat memantik lahirnya generasi muda yang cerdas, berbudaya, dan inovatif.

“Tahun lalu, perwakilan kita dari SD An-Namiroh sukses melaju hingga ke tingkat nasional karena penampilannya yang berkesan. Kita ingin tahun ini muncul lagi bakat-bakat dari sekolah-sekolah di Pekanbaru yang membuktikan bahwa mereka semua bisa jadi juara,” tambahnya.

Pertemuan berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi diskusi bersama para guru pendamping guna memastikan seluruh jalannya lomba berjalan kompetitif dan sportif. Dengan persiapan yang matang, Festival Literasi sempena Hari Jadi Pekanbaru ke 242 diharapkan mampu menjadi pemantik semangat baru bagi sekolah-sekolah untuk melahirkan generasi emas yang literat.

“Lomba ini adalah investasi kita bersama untuk merawat minat baca anak. Kita ingin melatih mental mereka sejak dini agar tumbuh menjadi generasi yang komunikatif, berkarakter kuat, dan bangga terhadap kebudayaan daerahnya,” pungkasnya.
