Pekanbaru – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru menggelar hari kedua Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal di Perpustakaan Tenas Effendy, Senin (25/5/2026). Dalam kegiatan ini, sebanyak 50 peserta terpilih dari kalangan pegiat literasi, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum masuk kedalam sesi Klinik Naskah untuk melakukan evaluasi dan kurasi karya bersama budayawan lokal Syaiful Anuar, penulis WS Djambak, dan Pustakawan Ahli Madya Dispusip, Syahyarwan Zam, SE, M.Si., agar naskah mereka siap diterbitkan menjadi buku antologi berlisensi nasional.

“Melalui bimtek ini, kami mengajak seluruh komunitas untuk bersatu menulis kembali kearifan lokal Melayu agar nantinya bisa dijadikan sumber bacaan warga,” ujar Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, M.Si.

Setelah pada hari pertama dibekali dasar kepenulisan, teknik pengumpulan data, hingga pendalaman indigenous knowledge (pengetahuan kearifan lokal). Peserta kini mematangkan tulisan agar layak terbit.

Amin menjelaskan langkah strategis ini dirancang bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan upaya nyata dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) serta Tingkat Kegemaran Membaca (TKM). Dimana, perpustakaan bertransformasi secara inklusif menjadi ruang produktif yang melahirkan gagasan kreatif, memperkuat ekosistem literasi daerah, sekaligus mengasah daya saing masyarakat melalui pemahaman budaya yang kuat.

“Dari literasi inilah kita bisa mencerdaskan, membudayakan, sekaligus membuat masyarakat Pekanbaru memiliki daya saing tinggi. Kami juga menyediakan berbagai kegiatan pendukung lain seperti lomba fotografi, dimana para peserta menulis juga boleh ikut serta untuk memotret dan mendokumentasikan sudut-sudut bersejarah kota kita,” tambahnya.

Kegiatan kepenulisan ini pun berjalan interaktif dan penuh antusias, dimana draf tulisan para peserta dibedah secara mendalam agar memenuhi standar kaidah literasi nasional namun tetap kental dengan kearifan lokal. Dengan lahirnya buku antologi bersama dari hasil bimtek ini, Dispusip Kota Pekanbaru optimis kekayaan sejarah dan kebudayaan Melayu Pekanbaru akan terus abadi dan terjaga dalam bentuk karya literatur yang dapat diakses oleh generasi masa depan.

“Melalui literasi kita bergerak bersama. Hasil kurasi naskah terbaik dari 50 peserta ini akan menjadi bukti nyata kontribusi aktif masyarakat dalam merawat identitas budaya lokal Kota Bertuah,” pungkasnya.
