Pekanbaru – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru mendorong peningkatan mutu perpustakaan sekolah melalui Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Dispusip Kota Pekanbaru tersebut diikuti kepala sekolah dan kepala perpustakaan SD dan SMP yang akan mengikuti akreditasi maupun reakreditasi.

Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, M.Si., mengatakan penguatan akreditasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar perpustakaan sekolah mampu memenuhi standar dan memberikan layanan yang semakin baik. Menurutnya, upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan penyelenggaraan perpustakaan di lingkungan sekolah.

“Akreditasi bukan hanya tentang penilaian, tetapi bagaimana perpustakaan dapat memenuhi standar dan memberikan layanan yang baik bagi warga sekolah,” ujarnya.

Sosialisasi membahas kebijakan dan standar perpustakaan sekolah serta instrumen akreditasi yang perlu dipahami oleh pengelola. Peserta juga mendapatkan materi mengenai enam komponen utama akreditasi, meliputi koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan, serta pengelolaan perpustakaan.

Materi disampaikan oleh Pustakawan Ahli Madya sekaligus dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Dr. Suriani, S.Ag., S.S., M.Si., mengenai Standar Nasional Perpustakaan Sekolah/Madrasah tingkat dasar dan menengah pertama; Pustakawan Ahli Utama, Dispusip Kota Pekanbaru, Ir. Hj. Nelfiyonna, M.Si., tentang kebijakan pengembangan perpustakaan sekolah; Kepala SMK Labor Binaan FKIP UNRI, Jeffri Hunter, M.Pd., mengenai manajemen perpustakaan menuju perpustakaan berkelas nasional; serta Pustakawan Ahli Madya, Dispusip Kota Pekanbaru H. Ahyar, S.IP., S.Kom., M.Kom., mengenai instrumen akreditasi perpustakaan sekolah.

Dispusip akan terus memperkuat pembinaan perpustakaan sekolah, termasuk melalui agenda diskusi kelompok terarah atau FGD mengenai penyelenggaraan perpustakaan. “Kami ingin perpustakaan sekolah terus berkembang dan mampu menjadi pusat sumber belajar serta literasi bagi warga sekolah,” tutupnya.
