Literasi dan Green City Berjalan Selaras di Pocadi Kaca Mayang

by

Pekanbaru – Pojok Baca Digital (Pocadi) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kaca Mayang menjadi contoh bagaimana literasi dan konsep Green City dapat berjalan selaras. Momentum kunjungan Delegasi Green Cities Mayors Council Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (GCMC IMT-GT) ke-9 dimanfaatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru untuk menghadirkan edukasi lingkungan melalui kegiatan Outing Class Bunda Literasi bertema Together for a Greener Future.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, M.Si., mengatakan literasi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu, termasuk pelestarian lingkungan. Menurutnya, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar yang mampu menghubungkan pengetahuan dengan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Literasi tidak hanya tentang membaca buku, tetapi juga membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa budaya membaca dan kepedulian terhadap alam dapat tumbuh dan berkembang secara bersamaan,” ujarnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi mendapatkan penjelasan dari PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Tenayan Raya mengenai pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) sebagai material ramah lingkungan yang telah diterapkan di Kota Pekanbaru. Selain dimanfaatkan untuk paving blok dan berbagai infrastruktur lainnya, FABA juga digunakan sebagai material pembangunan Pojok Baca Digital (Pocadi) di RTH Putri Kaca Mayang yang menjadi salah satu titik kunjungan delegasi.

Outing Class diisi dengan kegiatan mendongeng bertema lingkungan bersama Kak Evelyn dan Kak Jho yang diikuti siswa SMP Negeri 13 Kota Pekanbaru dan MIN 1 Pekanbaru, serta edukasi pengolahan sampah oleh Sofia Seffen, S.H., Direktur Bank Sampah Dalang Collection, kepada mahasiswa STP Riau, Universitas Riau, Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Riau, dan Universitas Lancang Kuning. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ruang literasi dapat menjadi media edukasi yang menyenangkan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada berbagai kalangan.

“Harapannya, Pocadi terus menjadi ruang literasi yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus menginspirasi lahirnya berbagai kegiatan edukatif yang mendukung terwujudnya Pekanbaru sebagai kota yang hijau, cerdas, dan berkelanjutan,” tutupnya.