Bukan Kompetisi Biasa, Ini 3 Dampak Lomba Bertutur

by

Pekanbaru – Pernahkah kamu membayangkan, sebuah cerita tersimpan dalam buku tua bisa tiba-tiba hidup kembali disuarakan oleh seorang anak kecil yang berdiri percaya diri di atas panggung, membawa penonton larut dalam legenda negeri sendiri?

Fenomena ini tersaji dalam Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se Kota Pekanbaru yang ditaja oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru pada Selasa (2/6/2026) . Menjadi salah satu program literasi untuk menjaring partisipasi luas dari berbagai sekolah dengan total 40 peserta yang siap bersaing.

“Lomba bertutur merupakan jembatan kokoh yang menghubungkan buku, budaya, dan generasi masa depan bangsa. Melalui ajang ini, ada tiga dampak besar yang ingin kita capai bersama, yaitu meningkatkan minat baca demi menyongsong generasi emas, menguatkan kemampuan berbahasa karena berbicara erat kaitannya dengan kecerdasan, serta melestarikan budaya lewat cerita legenda yang menumbuhkan semangat juang,” ujar Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, M.Si.

Ajanng ini dirancang bukan hanya soal siapa yang bercerita paling bagus, melainkan tentang bagaimana anak-anak diajak untuk membaca lebih banyak, memahami lebih dalam, dan berani berbagi cerita kepada dunia. Kompetisi juga menjadi batu loncatan penting karena perwakilan tingkat SD terbaik nantinya akan dikirim untuk mewakili Kota Pekanbaru di tingkat provinsi hingga nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah yang telah berpartisipasi aktif mengirimkan siswa terbaiknya. Kepada anak-anak kami yang tampil hari ini, keluarkanlah seluruh kemampuan secara optimal karena dari literasi inilah kita bersama-sama mencerdaskan anak bangsa dan membawa nama harum Pekanbaru ke tingkat nasional,” pungkasnya.