Tahukah Kamu? Pocadi Kaca Mayang, Perpustakaan Digital Berkonsep Ramah Lingkungan

by

Pekanbaru – Banyak masyarakat mengenal Pojok Baca Digital (Pocadi) Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaca Mayang sebagai tempat membaca dan menikmati koleksi buku digital. Tidak banyak yang mengetahui, fasilitas tersebut juga menjadi contoh perpaduan antara layanan literasi, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Keistimewaan Pocadi Kaca Mayang bukan hanya terletak pada layanan literasi digital yang dihadirkan, tetapi juga pada proses pembuatannya. Fasilitas ini memanfaatkan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Tenayan sebagai material konstruksi dan menjadi pionir pemanfaatan FABA untuk fasilitas publik di Pulau Sumatera.

Pocadi merupakan program hibah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang dikembangkan bersama Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Program tersebut bertujuan memperluas akses layanan perpustakaan berbasis teknologi digital dengan menghadirkan ruang baca di pusat-pusat aktivitas masyarakat.

Sebagai ruang literasi digital, Pocadi menyediakan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat. Pengunjung dapat mengakses aplikasi iPekanbaru, menggunakan tiga unit komputer, dua tablet Android, serta menikmati fasilitas Wi-Fi untuk membaca ribuan koleksi buku digital.

Kota Pekanbaru saat ini memiliki dua Pocadi, yaitu di RTH Kaca Mayang yang berada di depan Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru dan di RTH Tunjuk Ajar Integritas yang berada di depan Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru. Kehadiran Pocadi menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat melalui ruang publik yang nyaman dan mudah dijangkau.

Selain koleksi digital, Pocadi juga menyediakan sekitar 300 judul buku cetak dengan beragam kategori, seperti buku anak, sejarah, motivasi, keterampilan (life skill), dan bacaan umum. Suasana ruang terbuka hijau menghadirkan pengalaman membaca yang lebih nyaman sekaligus menjadi tempat belajar, berdiskusi, dan meningkatkan literasi digital.

Pocadi RTH Kaca Mayang mulai dibangun pada tahun 2021 dan diresmikan pada 5 Januari 2022. Kehadirannya merupakan hasil kolaborasi Perpusnas RI, Pemerintah Kota Pekanbaru, dan Dispusip bersama PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Tenayan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kolaborasi tersebut turut melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dalam penataan kawasan RTH, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mendukung keamanan kawasan. Sinergi lintas sektor tersebut menghadirkan fasilitas literasi yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memiliki nilai tambah bagi lingkungan.

Pemanfaatan FABA menunjukkan bahwa material hasil samping dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat. Saat ini, FABA telah dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk konstruksi, seperti paving block, batako, buis beton, campuran beton, hingga bahan baku semen sesuai ketentuan yang berlaku.

Penerapan konsep tersebut menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan melalui prinsip ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali material hasil samping agar memiliki nilai guna. Langkah tersebut sejalan dengan semangat Pekanbaru Green City yang terus diperkuat Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar.

Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, M.Si, mengatakan bahwa Pocadi membuktikan layanan literasi, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci menghadirkan fasilitas publik yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Sejak awal pembangunan pada tahun 2021, kami ingin menghadirkan Pocadi yang tidak hanya menjadi ruang baca digital, tetapi juga membawa manfaat bagi lingkungan. Pemanfaatan FABA menjadi bukti bahwa inovasi dalam pembangunan dapat berjalan selaras dengan pengembangan budaya literasi. Semangat tersebut sejalan dengan visi Pekanbaru Green City yang terus diwujudkan Pemko Pekanbaru,” ujarnya.

Momentum Pertemuan Green Cities Mayors Caucus (GCMC) Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-9 menjadi kesempatan bagi Pemko Pekanbaru untuk memperkenalkan berbagai inovasi pembangunan berkelanjutan kepada para delegasi. Kehadiran Pocadi menunjukkan bahwa sebuah fasilitas publik tidak hanya dapat meningkatkan budaya literasi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kota yang lebih hijau, inovatif, dan berkelanjutan.