Reakreditasi Perpustakaan Tenas Effendy, Langkah Pekanbaru Tingkatkan Mutu Literasi

by

Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan bahwa pelaksanaan reakreditasi Perpustakaan Tenas Effendy bukan sekadar penilaian formalitas, tetapi menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola dan peningkatan mutu layanan perpustakaan di daerah.

Asisten I Setdako Pekanbaru, Masykur Tarmizi, S.STP, M.Si mengatakan bahwa proses akreditasi merupakan upaya untuk memastikan seluruh aspek perpustakaan berjalan sesuai standar mutu yang terukur dan berkelanjutan.

“Reakreditasi ini bukan sekadar penilaian. Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan sistem pelayanan, pengelolaan koleksi, inovasi, fasilitas, hingga sumber daya pengelola perpustakaan dapat memenuhi standar nasional dan terus berkembang,” ujar Masykur pada Selasa (4/11/2025).

Masykur menambahkan, indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) Kota Pekanbaru tahun 2024 tercatat sebesar 70,77. Dengan capaian tersebut dapat ditingkatkan melalui pembinaan dan kolaborasi dengan berbagai pihak. “Kami berharap kedepan, dengan bimbingan dari tim asesor dan perpustakaan nasional, Pekanbaru bisa mencapai nilai yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa visi Kota Pekanbaru 2025–2030, yaitu Pekanbaru berbudaya, maju, dan sejahtera, sejalan dengan peran penting perpustakaan dalam membangun masyarakat literat dan berdaya saing. Saat ini sudah ada 37 perpustakaan kelurahan dari 83 kelurahan yang ada dan 25 perpustakaan di rumah ibadah.

“Kita berharap seluruh jaringan perpustakaan di kota ini memiliki semangat yang sama dalam meningkatkan kualitas layanan,” tambahnya.

Sementara itu, Plh Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Nofrita Deli, S.Pd., M.Si, menyampaikan apresiasi kepada tim asesor dari Perpustakaan Nasional RI yang telah melakukan penilaian di Perpustakaan Tenas Effendy. “Kami berterimakasih atas kehadiran tim asesor yang sudah meluangkan waktu melakukan penilaian. Ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan layanan,” ucap Nofrita.

Ia menjelaskan bahwa reakreditasi menjadi kesempatan penting untuk menilai sejauh mana keberhasilan program kerja selama lima tahun terakhir, serta mengenali kekuatan dan kelemahan yang perlu diperbaiki. “Kegiatan ini menjadi bahan refleksi agar kami bisa mengukur sejauh mana kemajuan yang sudah dicapai dan langkah apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kekurangan,” tambahnya.

Sementara itu, Tim Asesor dari Perpustakaan Nasional RI, Khusnul Khotimah, S.IP mengapresiasi kesiapan Dispusip Kota Pekanbaru dalam proses reakreditasi. Ia menilai Perpustakaan Tenas Effendy telah menunjukkan kinerja luar biasa dalam meningkatkan minat baca masyarakat.

“Kami sudah berdiskusi dengan para pustakawan dan kepala dinas, dan kami melihat kinerjanya sangat baik. Dinas ini tidak hanya fokus pada penilaian, tetapi juga menumbuhkan semangat literasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Dispusip turut mengundang pengelola perpustakaan kelurahan agar dapat menyaksikan langsung proses reakreditasi. Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk mengajukan akreditasi serupa.

“Meskipun teman-teman dari perpustakaan kelurahan belum siap, kehadiran mereka di sini menjadi bentuk apresiasi. Kami harap ke depan mereka berani untuk mengikuti akreditasi, karena instrumen akreditasi tahun 2025 ini sudah dimutakhirkan,” jelasnya.

Khusnul juga menambahkan bahwa secara fasilitas, Perpustakaan Tenas Effendy sudah sangat memadai. “Kami mendapat informasi bahwa perpustakaan ini kini sudah memiliki teater mini dan aula. Itu luar biasa. Semoga hasil akreditasi nanti sesuai dengan yang diharapkan,” tutupnya.