Eco-Heroes, Bunda Literasi : Cintai Bumi Mulai dari Kebiasaan Kecil

by

Pekanbaru “Satu orang dalam hidupnya minimal menanam 25 pohon”. Pesan itu disampaikan Bunda Literasi Kota Pekanbaru, Hj. Sulastri Agung, S.Sos., M.H saat menghadiri kegiatan Eco-Heroes Remaja Cinta Lingkungan di Rumah Kediaman Wali Kota Pekanbaru pada Kamis (30/10/2025).

Kegiatan mengusung tema “Literasi Hijau 3R (Reduce, Reuse, Recyle)” ini diikuti oleh 100 siswa dari SMP Negeri 4, sebagai bentuk edukasi literasi lingkungan melalui pembelajaran luar ruang.

“Kalau setiap orang menanam lima pohon saat SD, lima di SMP, lima di SMA, lima di kuliah, dan lima setelah tamat kuliah atau bekerja, maka dalam hidupnya ia sudah menanam 25 pohon. Artinya, kita ciptakan oksigen dan penyerapan air yang banyak untuk bumi,” ujarnya.

Tak hanya menanam, Sulastri juga mengingatkan pentingnya merawat pohon yang ditanam, serta menjaga bumi dengan kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Cintai bumi juga bisa dimulai dari hal kecil. Matikan listrik sebelum berangkat sekolah, hemat air saat mandi, bawa tumbler sendiri agar tidak memakai botol plastik sekali pakai, dan biasakan memilah sampah organik dan anorganik. Langkah kecil ini kalau dilakukan bersama akan berdampak besar bagi bumi kita,” pesannya.

Lebih lanjut, Bunda Literasi menyebut bahwa generasi muda memiliki peran penting sebagai penjaga masa depan lingkungan. “Anak-anak muda hari ini adalah harapan kita. Mereka masih bersih, masih bisa dibentuk untuk mencintai bumi melalui kebiasaan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Plh. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Nofrita Deli, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa literasi menjadi fondasi utama dalam membentuk kesadaran lingkungan.

“Adik-adik semua adalah agen perubahan, bukan penonton. Mulailah dari membaca buku, artikel, dan majalah yang membahas isu lingkungan. Setelah memahami, diskusikan dengan teman, dan yang terpenting, lakukan aksi nyata,” ujarnya.

Ia juga mengajak siswa untuk menyebarkan semangat literasi hijau melalui media sosial, mading sekolah, atau karya seni dari bahan bekas. “Dari membaca lahir kesadaran, dan dari kesadaran lahir tindakan,” tambah Nofrita.

Kegiatan LiteraTour ini menjadi salah satu inovasi Perpustakaan Tenas Effendy untuk menghadirkan literasi yang tidak hanya berbasis bacaan, tetapi juga tindakan nyata, sejalan dengan misi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru dalam membangun masyarakat literat yang peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan.