Pekanbaru – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru menggelar pembekalan Lomba Video Konten Literasi pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Literasi sempena Hari Jadi Pekanbaru ke-242 yang diikuti 32 peserta.

Dalam sambutannya, Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, M.Si mengatakan lomba dirancang sebagai ajang promosi budaya baca sekaligus mengenalkan perkembangan perpustakaan di era digital. Dalam pembekalan tersebut, para peserta mendapatkan materi dari tiga juri, yaitu Bayu Amde Winata, Gegana Agung Putra, dan Ricco Anggara, yang mengupas tuntas tentang Bedah Tema dan Konsep Literasi Digital, Teknik Penyusunan Materi Video, hingga Teknik Pembuatan Video.

“Hari ini kita melihat dunia konten sudah menjadi candu bagi masyarakat, namun sering kali hanya dibungkus menarik tanpa isi. Melalui lomba ini, kita ingin video yang dihasilkan benar-benar merupakan konten literasi yang mampu memberikan edukasi dan informasi positif, sehingga bisa mengubah pola pikir masyarakat ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Di era digital, informasi hadir begitu cepat sehingga kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan literasi yang kuat agar masyarakat terhindar dari bahaya hoaks dan misinformasi. Melalui Lomba Video Konten Literasi, pemerintah berkomitmen memfasilitasi kreativitas generasi muda agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga kreator konten yang inspiratif dengan menggabungkan unsur visual, audio, dan kreativitas.

“Ketika minat baca positif itu datang, maka akan menghasilkan masyarakat Pekanbaru yang berbudaya, sejahtera, dan agamis. Kami berharap setiap peserta dapat menghasilkan karya terbaik yang mengandung pesan literasi luas, mendidik, sekaligus mampu membawa perubahan dan hal-hal baik untuk Kota Pekanbaru,” tambahnya.

Pembekalan dimanfaatkan oleh para peserta untuk berkonsultasi langsung mengenai konsep video literasi digital yang akan mereka produksi. Melalui kesiapan materi dan pemanfaatan fasilitas perpustakaan yang optimal, kompetisi video ini diharapkan menjadi media promosi yang efektif dalam mendekatkan dunia literasi kepada masyarakat luas melalui platform digital yang populer saat ini.

“Mari kita jadikan teknologi ini sebagai sarana untuk mencerdaskan bangsa. Lewat konten-konten edukatif yang mudah diterima masyarakat, bersama-sama membangun ekosistem literasi digital yang sehat di Kota Pekanbaru,” pungkasnya.
