Bedah Sejarah Kereta Api Riau, Perpustakaan Tenas Effendy Jadi Tempat Nongkrong yang Asik

by

Pekanbaru – Perpustakaan Tenas Effendy Kota Pekanbaru kini bertransformasi menjadi tempat nongkrong kreatif yang nyaman bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan dimanfaatkannya ruang komunal perpustakaan untuk kegiatan kajian sejarah dan pemetaan jaringan rel kereta api rute Pekanbaru-Taluk Kuantan pada Selasa (21/4/2026).

“Perpustakaan masa kini harus menjadi wadah rekreasi kreatif yang menyenangkan. Pemerintah menyediakan ruang publik gratis ini agar setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berdiskusi,” ujar Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, M.Si.

Konsep tempat diskusi yang asyik ini sengaja diciptakan agar suasana perpustakaan lebih santai dan mengundang berbagai komunitas untuk berkumpul. Dengan adanya fasilitas gratis, pemerintah ingin memastikan perpustakaan dapat menjadi pusat kolaborasi bagi para pelajar, mahasiswa, hingga pegiat sejarah di Kota Pekanbaru.

“Pemerintah memegang peran kunci untuk menyediakan wadah bagi komunitas agar bisa berkembang. Perpustakaan Tenas Effendy kini bertransformasi menjadi pusat interaksi sosial yang cerdas dan inklusif,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Syahyarwan Zam, mengungkapkan bahwa timnya yang berjumlah 16 orang sangat terbantu dengan adanya layanan ruang komunal ini. Diskusi yang didukung oleh program Dana Indonesiana ini bertujuan untuk mengungkap kembali sejarah jalur rel kereta api yang pernah menghubungkan Pekanbaru dan Taluk Kuantan.

“Dengan memanfaatkan layanan publik seperti perpustakaan ini, kami memiliki opsi tempat yang sangat representatif untuk mendiskusikan rencana pemetaan jejak jaringan kereta api yang tersisa. Keuntungan utamanya, fasilitas ini juga bisa diakses secara gratis,” ungkapnya.

Hasil kajian sejarah ini diharapkan dapat menjadi kontribusi penting bagi pengembangan pengetahuan sejarah lokal serta mengungkap potensi pemanfaatan jalur tersebut di masa depan. Perpustakaan Tenas Effendy pun berkomitmen untuk terus menjadi rumah bagi ide-ide kreatif masyarakat.

“Kajian ini sangat penting untuk mengungkap identitas sejarah jalur kereta api kita, dan ketersediaan ruang publik seperti inilah yang menjadi pendukung utama keberhasilannya,” pungkasnya.

Editor : Kiki
Penulis : Maisarah Alika & Chyntia Nurdiana