Kota Pekanbaru merupakan ibukota dari Provinsi Riau, akan segera memiliki sebuah landmark bersejarah Pusat Khazanah Arsip Nusantara (PKAN). Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan sebuah komitmen besar untuk menjaga dan melestarikan ingatan kolektif bangsa, memastikan warisan berharga ini dapat diakses oleh generasi sekarang dan mendatang.
Mengapa PKAN Penting dan Mendesak?
Pembangunan PKAN didasari oleh dua urgensi utama yang tidak bisa ditunda lagi :
1. Kondisi Kearsipan Nasional yang Perlu Perbaikan Menyeluruh
Arsip Nasional Republik Indonesia menghadapi tantangan serius dalam menjalankan tugasnya menjaga warisan sejarah bangsa. Sarana dan prasarana kearsipan di seluruh Indonesia belum memadai, jauh dari kata ideal. Banyak lembaga negara pusat di daerah wajib menyerahkan arsip statis mereka, yaitu dokumen-dokumen bernilai sejarah tinggi yang harus disimpan selamanya. Namun, ANRI masih kekurangan depot penyimpanan yang layak di berbagai wilayah, membuat proses pengumpulan dan penyelamatan arsip ini terhambat. Bahkan di kantor pusat, kapasitas penyimpanan arsip sudah hampir penuh, ibarat sebuah perpustakaan yang tak lagi punya rak kosong. Situasi ini sangat berisiko, karena berpotensi menyebabkan hilangnya arsip-arsip penting yang merupakan memori kolektif bangsa, jika tidak segera diatasi dengan solusi yang komprehensif.
Selain masalah ruang, volume arsip yang terus bertambah dari waktu ke waktu juga menambah tekanan pada ANRI. Setiap hari, berbagai instansi menghasilkan dokumen baru yang kelak akan menjadi bagian dari sejarah. Pertambahan arsip ini menuntut adanya fasilitas yang tidak hanya besar, tetapi juga sesuai standar kearsipan internasional, dilengkapi dengan sistem perawatan canggih untuk memastikan arsip tetap awet dan terjaga kualitasnya. Lebih dari itu, fasilitas ini juga harus berfungsi optimal untuk pelayanan publik, memungkinkan masyarakat, peneliti, dan generasi mendatang untuk dengan mudah mengakses dan memanfaatkan informasi berharga ini. Oleh karena itu, pembangunan Pusat Khazanah Arsip Nusantara di Pekanbaru diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan masa depan arsip nasional yang lebih baik.
2. Penyelamatan Warisan Bangsa di Tengah Ancaman
Indonesia dengan kekayaan budaya yang luar biasa, dari Sabang sampai Merauke, menghadapi ancaman serius terhadap warisan berharganya. Sayangnya, kita sering mendengar klaim budaya oleh negara lain, seperti kasus batik atau lagu daerah yang tiba-tiba dianggap milik bangsa lain. Ini adalah bukti nyata betapa krusialnya upaya mendokumentasikan dan melindungi aset budaya bangsa kita. Tanpa penyimpanan yang aman dan terpusat, warisan tak benda ini rentan hilang atau diakui pihak lain, mengikis identitas dan kebanggaan nasional kita. PKAN hadir sebagai benteng untuk menjaga agar jejak-jejak budaya ini tetap lestari dan dikenali sebagai milik Indonesia.
Selain ancaman klaim budaya, posisi geografis Indonesia yang berada di “Cincin Api Pasifik” juga membawa risiko tinggi terhadap bencana alam seperti gempa bumi dan aktivitas vulkanik. Bencana-bencana ini bisa dengan cepat melenyapkan catatan sejarah, dokumen penting, dan berbagai bentuk arsip yang merekam perjalanan bangsa. Oleh karena itu, keberadaan PKAN sangat vital sebagai upaya mitigasi bencana bagi arsip-arsip penting ini. Dengan fasilitas penyimpanan yang dirancang khusus untuk menghadapi risiko bencana, PKAN akan memastikan kelangsungan sejarah dan budaya bangsa tetap terjaga, bahkan di tengah potensi risiko. PKAN bukan hanya tempat penyimpanan, tetapi juga representasi yang mencerminkan kekayaan dan potensi daerah, serta menjadi pusat penyelamatan aset negara yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
PKAN di Kota Pekanbaru akan menjadi lebih dari sekadar tempat penyimpanan arsip. Dengan tema “Pelestarian Warisan Budaya dan Penguatan Identitas Nasional” untuk periode 2025-2045, PKAN akan menjadi garda terdepan dalam menjaga keanekaragaman dan identitas bangsa yang majemuk.
Di tengah gempuran budaya global yang sering mengikis nilai-nilai tradisional seperti gotong royong dan kekeluargaan, PKAN akan menjadi benteng untuk memperkuat karakter dan jati diri bangsa. Generasi muda diharapkan dapat kembali mengenal dan menghargai warisan budaya sendiri, menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal, serta menangkal dampak negatif individualisme dan konsumerisme yang dibawa budaya asing.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Wujudkan PKAN
Pemerintah Provinsi Riau menunjukkan komitmen dengan menghibahkan lahan seluas 8.125 m2 dan tujuh bangunan seluas total 9.553 m2 kepada ANRI. Lokasi strategis berada di Jalan Adi Sucipto, Pekanbaru. Penyerahan sertifikat tanah dan gedung ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Kepala ANRI, Dr. Mego Pinandito, menjelaskan bahwa pemilihan Provinsi Riau, khususnya Pekanbaru, bukan tanpa alasan. “Provinsi Riau memiliki identitas Melayu yang kuat, tercermin dalam bahasa, adat istiadat, dan agama Islam yang dianut oleh masyarakatnya,” ujarnya.
Pekanbaru sebagai simpul segitiga pertumbuhan ekonomi dan pusat perkembangan seni dan budaya melayu adalah lokasi yang ideal. Dengan konektivitas strategis antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia, kota ini diharapkan menjadi magnet bagi para peneliti dan wisatawan untuk mempelajari kebudayaan melayu dari sumber yang tersedia di PKAN.
“Untuk menyimpan arsip inaktif yang memiliki nilai berkelanjutan dan arsip statis milik lembaga negara tingkat pusat yang berada di wilayah Provinsi Riau, tujuannya adalah untuk menjaga keberlanjutan dan ketersediaan arsip penting bagi negara,” jelasnya.
Pusat Khazanah Arsip Nusantara akan dibangun secara bertahap dengan standar fasilitas minimum yang lengkap, yaitu:
- Depot Arsip Berkelanjutan : Tempat penyimpanan arsip fisik yang modern dan aman.
- Ruang Layanan Arsip Statis dan Ruang Perpustakaan : Area yang menyediakan akses arsip statis untuk kepentingan pemerintahan, pembangunan, penelitian, dan ilmu pengetahuan. Ini akan menjadi jembatan antara ANRI sebagai pelayan masyarakat dan para pengguna arsip atau peneliti.
- Diorama atau Galeri Arsip : Ruang publikasi untuk menampilkan kekayaan arsip daerah, meningkatkan minat masyarakat terhadap warisan dokumenter, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya arsip.
Ini berarti arsip tidak hanya disimpan, tetapi juga akan dimanfaatkan untuk pendidikan, pembelajaran, dan riset. “Masyarakat Riau dan Indonesia diharapkan dapat melihat langsung arsip-arsip peninggalan kesultanan yang akan menarik minat wisatawan,” ungkapnya.
Peran Penting Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah khususnya Kota Pekanbaru, memiliki peran krusial dalam menyukseskan pembangunan dan operasional PKAN. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyambut baik pembangunan ini. Pemerintah daerah akan mengoordinasikan berbagai pihak terkait, seperti dinas kearsipan daerah, instansi pemerintah daerah, dan lembaga terkait lainnya, untuk kelancaran proyek. Mereka juga akan membantu menyediakan data dan informasi terkait arsip-arsip sejarah dan budaya daerah untuk didokumentasikan di PKAN.
Pembangunan depot arsip akan dimulai pada tahun 2025, diikuti dengan bagian layanan pada tahun berikutnya. Peletakan batu pertama atau groundbreaking direncanakan pada bulan September 2025. ANRI saat ini sudah memiliki sekitar 160 arsip Melayu dari masa kolonial, dan sangat berharap pemerintah provinsi dan kota dapat turut serta menambah koleksi arsip tersebut.
Dengan adanya PKAN, diharapkan khazanah budaya Melayu akan semakin kaya dan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi berbagai daerah maupun negara lain seperti Malaysia. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam menjaga dan merawat jejak sejarah bangsa Indonesia.
