Pekanbaru – Perpustakaan Cinta Ilmu SMP Negeri 9 Kota Pekanbaru kembali menikuti akreditasi perpustakaan sekolah pada Rabu (16/07/2025). Akreditasi ini merupakan yang ketiga kalinya bagi Perpustakaan Cinta Ilmu, setelah sebelumnya meraih nilai C pada tahun 2013 dan nilai B pada tahun 2016. Proses akreditasi ini penting untuk mendapatkan pengakuan formal bahwa perpustakaan telah memenuhi standar minimal pengelolaan, yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan mutu, menjamin kualitas layanan, dan membangun kepercayaan pemustaka.

Akreditasi perpustakaan membutuhkan kerja keras dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan di sekolah. Mereka memiliki peran khusus dalam membantu pelaksanaan akreditasi, baik dari segi praktis maupun teoretis. Manfaat utama dari akreditasi ini adalah untuk meningkatkan kepercayaan pemustaka terhadap kinerja perpustakaan, menjamin konsistensi kualitas kegiatan, dan memotivasi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan perpustakaan untuk terus meningkatkan kinerja mereka. Penilaian mencakup sembilan komponen penting: koleksi, sarana prasarana, pelayanan, tenaga, penyelenggaraan, pengelolaan, inovasi dan kreativitas, tingkat kegemaran membaca (TGM), serta indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM).

Plt Kepala SMP Negeri 9 Kota Pekanbaru, Emrina, S.Pd, menyoroti peran perpustakaan sebagai gudang ilmu perlu adanya upaya peningkatan koleksi bahan bacaan yang berkualitas hingga sarana penunjang lainnya. Maka dari itu, Ia berharap Dispusip Kota Pekanbaru dan Tim Asesor dapat memberikan bimbingan dan arahan agar perpustakaan sekolahnya bisa terus maju.

“Tujuan akreditasi adalah untuk menilai bagaimana perpustakaan kami, apakah kualitas perpustakaan sekolah itu sudah baik dan optimal. Baik itu dari segi bahan bacaan maupun layanannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Hj. Erna Juita, S.H., M.Si menyampaikan apresiasinya atas partisipasi SMPN 9 dalam akreditasi. ia juga menitipkan pesan kepada para asesor agar benar-benar mengecek kesiapan perpustakaan, baik melalui borang maupun pengecekan langsung terhadap ketersediaan buku dan sarana prasarana.

“jika masih ada kekurangan koleksi buku, Dispusip siap bersinergi melalui perjanjian kerja sama untuk membangun perpustakaan yang lebih baik di masa mendatang,” ungkapnya.

Selain itu, Erna turut menyoroti evolusi peran perpustakaan yang kini tidak hanya berfungsi sebagai gudang buku, tetapi juga telah bertransformasi menjadi pusat inklusi sosial. “Perpustakaan tidak hanya tentang anak-anak datang membaca buku, tapi wadah dan sarana peningkatan kemampuan dan skill anak-anak serta warga sekolah melalui perpustakaan,” tambahnya.

Kesempatan untuk diakreditasi ini sangat berharga, mengingat kuota akreditasi nasional tahun ini terbatas pada 800 perpustakaan se Indonesia. Kota Pekanbaru sendiri mendapatkan tiga kuota, yakni SDN 76, SMPN 9, dan SMK Labor Binaan FKIP Unri Pekanbaru.
