Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru terus berkomitmen memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan budaya literasi di tengah masyarakat. Hal ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Kota Pekanbaru yang berbudaya, maju, dan sejahtera, dimana pembangunan fisik harus berjalan selaras dengan pembangunan kecerdasan warganya.

“Salah satu upaya dalam meningkatkan sumber daya manusia itu, salah satunya harus banyak berliterasi. Selama ini kita mendengar literasi itu adalah membaca, padahal literasi itu bukan hanya sekedar membaca,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, M.Si saat membuka kegiatan Launcing Program oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Bukit Raya bersama Universitas Muhammadiyah Riau pada Senin, 26/01/2026.

Era ini, literasi telah bertransformasi menjadi kemampuan individu dalam mengolah informasi secara kritis untuk memecahkan berbagai persoalan hidup. Oleh karena itu, kehadiran berbagai program seperti Perpustakaan Labuai Madani, Bank Sampah Sang Surya, Kantor Layanan Lazismu, Program Cinta Al-Qur’an, hingga Kursus Bahasa Asing menjadi wujud nyata dari aktivitas literasi yang saling terintegrasi.

“Literasi adalah kemampuan individu dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, menciptakan, dan mengkomunikasikan informasi secara kritis melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, dan berhitung. Berliterasi itu akan membuat masyarakat kita cerdas memahami setiap informasi,” ujarnya.

Amin menekankan setiap tahapan dalam program-program ini mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga upaya mempromosikannya kepada masyarakat sangat membutuhkan kemampuan literasi yang mumpuni. Tanpa literasi yang baik, pesan pembangunan dan manfaat dari program seperti pengelolaan sampah atau pendidikan Al-Qur’an tidak akan tersampaikan secara maksimal kepada warga.

“Semua itu membutuhkan kemampuan literasi,” tambahnya.

Pemerintah berharap masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang cerdas dalam mengolah informasi dan memecahkan masalah sosial. Penguatan akses melalui Pojok Baca Digital (Pocadi) dan Perpustakaan Tenas Effendy diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi keberhasilan seluruh program pemberdayaan yang telah diluncurkan.

“Kalau Pekanbaru ingin bagus, maka lebih banyak berliterasi. Semuanya itu akan mewujudkan sebuah masyarakat yang berbudaya. Ini yang kita harapkan ke depan,” tutupnya.
