Pekanbaru – Sebanyak 39 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau melaksanakan kunjungan observasi ke Perpustakaan Tenas Effendy dan Galeri Arsip Kota Pekanbaru pada Selasa (14/4/2026). Melalui program “LiteraTour”, para calon manajer perhotelan ini didorong untuk menguasai literasi sejarah lokal agar mampu menjadi kamus berjalan bagi para wisatawan di masa depan.

“Di Perpustakaan Tenas Effendy, mereka tidak hanya membaca buku, tapi mendengar langsung narasi sejarah dari pustakawan kita,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Drs. Muhammad Amin, M.Si.

Amin menekankan bahwa sebagai ujung tombak industri hospitality, penguasaan terhadap cerita dibalik sebuah destinasi adalah nilai jual yang sangat tinggi. Menurutnya, wajah Kota Pekanbaru tercermin dari kemampuan para praktisi perhotelannya dalam menjelaskan nilai-nilai budaya dan sejarah kepada tamu.

“Buat kamu calon manajer hotel masa depan, jangan malas buka buku sejarah ya, karena pelayanan terbaik dimulai dari cerita yang menarik. Kalian harus bisa menjadi kamus berjalan bagi wisatawan,” tegasnya.

Sementara itu, Dosen pendamping, Dra. Hj. Kamalasia Rio Nita, M.Pd, menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan SDM pariwisata sebagai corong informasi. Dengan memahami sejarah secara mendalam, para praktisi ini diharapkan mampu mempromosikan wisata edukasi Riau secara lebih luas dan akurat.

“Tujuannya kita ingin menggali wisata sejarah dengan ahlinya, sehingga mereka kedepannya akan mampu mempromosikan tempat wisata edukasi dan wisata sejarah yang ada,” jelasnya.

Dalam rangkaian LiteraTour tersebut, Pustakawan Madya Syahyarwan Zam, M.Si memberikan materi mendalam mengenai peran strategis “Senapelan sebagai Nadi Perdagangan Sumatera Tengah”. Selain itu, dipaparkan pula sejarah mengenai jalur kereta api di Pekanbaru serta sejarah Masjid Raya Pekanbaru sebagai modal pengetahuan untuk memikat hati para pelancong.
